Selasa, 15 Januari 2013

REMAJA

REMAJA


Remaja dalam bahasa Latin dikenal dengan istilah adolescere, yang artinya “tumbuh menjadi dewasa”. Di dalam semua masyarakat, remaja merupakan masa untuk tumbuh, masa perpindahan dari ketidakmatangan masa anak-anak menuju kematangan masa dewasa, persiapan untuk masa depan (Larson, dalam Steinberg 1001). Remaja merupakan masa transisi atau peralihan baik secara biologis, psikologis, sosial dan ekonomi.Pada masa ini individu tertarik pada seks dan secara biologis mampu memiliki anak.Remaja menjadi lebih bijaksana, lebih berpengalaman, dan menjadi lebih mampu dalam mengambil keputusan sendiri.Dan akhirnya, remaja diharapkan untuk mendukung dirinya secara finansial.

2.2.2    Pembagian Masa Remaja
Masa remaja melibatkan perubahan-perubahan, baik yang sifatnya psikologis maupun sosial. Oleh karena itu, dalam melihat dan mempelajari remaja akan sangat membantu apabila kita membaginya ke dalam beberapa kelompok. Salah satu pembagian kelompok remaja yang digunakan oleh Steinberg (2001), adalah :

1.                  Masa remaja awal (early adolescence), sejak usia 11-14 tahun
2.                  Masa remaja tengah (middle adolescence), sejak usia 15-18 tahun
3.                  Masa remaja akhir (late adolescence), sejak usia 18-21 tahun
Selain pembagian berdasarkan usia, masa remaja sering pula dibagi berdasarkan tahapan pendidikan, yaitu masa remaja awal adalah remaja yang mengikuti pendidikan di sekolah  menengah pertama; masa remaja tengah adalah remaja yang mengikuti pendidikan di sekolah menengah atas; dan masa remaja akhir adalah remaja yang mengikuti pendidikan di perguruan tinggi (kuliah).

2.2.3.   Ciri-Ciri Masa Remaja
Sepertinya halnya dengan semua periode yang penting selama rentang kehidupan, Masa remaja mempunyai ciri-ciri tertentu yang membedakannya dengan periode sebelum dan sesudahnya. Ciri-ciri tersebut adalah sebagai berikut :

1.                  Masa remaja sebagai periode yang penting
Perkembangan fisik yang cepat dan penting yang disertai dengan cepatnya perkembangan mental, terutama pada awal masa remaja. Semua perkembangan itu menyebabkan adanya penyesuaian mental dan membentuk sikap, nilai dan minat baru.

2.                  Masa remaja sebagai periode peralihan
Bila anak-anak beralih dari masa kanak-kanak kemasa dewasa, anak-anak harus “meninggalkan segala sesuatu yang bersikap kekanak-kanakan “dan juga harus mempelajari pola perilaku dan sikap baru untuk menggantikan perilaku dan sikap yang ditinggalkan. Namun perlu disadari bahwa apa yang telah terjadi akan meninggalkan bekasnya dan akan mempengaruhi pola dan sikap yang baru.

3.                  Masa remaja sebagai periode perubahan
Ada empat  perubahan yang sama yang hamper bersifat universal. Pertama adalah meningginya emosi, yang intensitasnya bergantung pada tingkat perubahan fisik dan psikologis yang terjadi. Kedua, perubahan tubuh, minat, dan peran yang diharapkan oleh kelompok sosial, akan menimbulkan masalah baru. Ketiga, dengan berubahnya minat dan pola perilaku, maka nilai-nilai juga berubah. Dan keempat, sebagaian besar remaja bersifat ambivalen terhadap setiap perubahan. Mereka menginginkan dan menuntut kebebasan, tetapi mereka sering takut bertanggung jawab terhadap perubahannya dan meragukan kemampuan mereka untuk dapat mengatasi dan bertanggung jawab.

4.                  Masa remaja sebagai usia yang bermasalah
Masalah remaja sering menjadi masalah yang sulit diatasi, baik oleh anak laki-laki maupun anak perempuan. Hal ini dikarenakan sepanjang masa kanak-kanak, masalah anak-anak sebagian besar diselesaikan oleh orang tua dan guru-guru, sehingga mereka ingin mengatasi masalahnya sendiri, menolak bantuan orang tua dan guru-guru, walaupun belum tentu penyelesaian masalah yang dilakukannya benar dan sesuai.

5.                  Masa remaja sebagai masa mencari identitas
Pada awal-awal tahun masa remaja, penyesuaian diri dengan kelompok masih tetap penting bagi anak-anak laki-laki dan perempuan. Lambat laun mereka mulai menginginkan identitas diri dan tidak puas lagi dengan teman-teman dalam segala hal, seperti hal sebelumnya. Status remaja ini sering menimbulkan “krisis identitas” atau masalah identitas ego pada remaja.

6.                  Masa remaja sebagai usia yang menimbulkan ketakutan
Adanya keyakinan bahwa orang dewasa mempunyai pandangan yang buruk tentang remaja, membuat masa peralihan anak ke masa dewasa menjadi sulit. Hal ini menimbulkan banyak pertentangan dengan orang tua dengan anak terjadi jarak yang menghalangi anak meminta bantuan kepada orang tuanya untuk mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapinya.

7.                  Masa remaja sebagai masa yang tidak realistis
Remaja melihat dirinya sendiri dan orang lain sebagaimana yang ia inginkan dan bukan sebagaimana adanya, terlebih dalam hal cita-cita. Cita-cita yang tidak realistik ini tidak hanya bagi dirinya sendiri tetapi juga bagi keluarga dan teman-temannya, menyebabkan meninggi emosi mereka yang merupakan ciri dari awal masa remaja. Menjelang berakhirnya masa remaja pada umumnya anak laki-laki dan perempuan sering terganggu oleh idealism yang berlebihan bahwa mereka harus segera melepaskan kehidupan mereka yang bebas bila telah mencapai status orang dewasa.

8.                  Masa remaja sebagai ambang masa dewasa
Dengan sebagian mendekatnya usia kematangan yang sah, para remaja menjadi gelisah untuk meninggalkan stereotip masa remaja dan untuk memberikan kesan bahwa mereka sudah hampir dewasa.

2.2.4.   Tugas Perkembangan remaja
Havigust (dalam Hurlock, 1980), menyebutkan tugas perkembangan pada masa remaja adalah sebagai berikut :
1.                  Mengembangkan kecakapan intelektual serta konsep-konsep yang diperlukan bagi kehidupan bermasyarakat
2.                  Memperlihatkan tingkah laku yang dapat dipertanggung jawabkan secara sosial
3.                  Menerima fisiknya dan menggunakan tubuhnya secara efektif
4.                  Menerima dan menjalankan peranan sosial sesuai dengan jenis kelamin masing-masing
5.                  Mencapai hubungan sosial yang lebih matang dengan teman-teman sebaya, baik dengan teman-teman yang sejenis maupun berlawanan jenis
6.                  Ketidak tergantungan secara emosional dari orang tua dan orang dewasa lainnya
7.                  Kemampuan untuk dapat berdiri sendiri, dalam hal keuangan
8.                  Memilih teman hidup serta  mempersiapkan diri untuk perkawinan dan kehidupan berkeluarga
9.                  Memilih dan mempersiapkan diri untuk pekerjaan dan jabatan
10.              Mengembangkan norma-norma, sistem nilai sebagai pedoman dalam tindakan-tindakannya atau falsafah hidup, serta meningkatkan realisasi diri



1 komentar:

  1. boleh tau ciri-ciri masa remaja itu referensinya dari mana dan menurut siapa? thanks before :)

    BalasHapus